MUSUH TERSEMBUNYI BERNAMA MALAS

GarfieldLazy

Dear Moms,

Sebagai manusia biasa anda pernah dihinggapi rasa malas, bukan? Malas berolahraga, malas memasak, malas membereskan rumah, malas membaca al-quran, malas berdandan, malas belajar menambah ilmu baru, malas bersilaturahmi, bahkan malas bangun dari tempat tidur.

Kita sering mengira dengan menuruti rasa malas yang menghinggap maka saat itu kita akan memperoleh kenikmatan atau kesenangan, bahkan kebahagiaan. Kita merasa berhak untuk bersenang-senang dengan menghindari kegiatan baik yang seharusnya kita lakukan.

Tetapi, jika anda jeli, coba perhatikan. Setiap kali kita berhasil memperturutkan rasa malas, maka seketika itu jauh di lubuk hati terdalam terdengar suara-suara yang menyayangkan keputusan memperturutkan rasa malas itu. Sebagian dari kita mungkin mendengar suara itu samar-samar saja. Tetapi beberapa orang lainnya mendengar suara itu begitu keras dan nyata menggedor-gedor kesadaran kita.

Hari itu mungkin anda telah mengambil keputusan untuk tidak datang ke kelas yoga. Mungkin anda pada akhirnya juga melewatkan satu hari tanpa membaca al-quran. Anda juga menolak ajakan teman untuk datang ke pengajian atau membatalkan rencana untuk mengikuti sebuah training yang sangat penting untuk pengembangan diri anda. Sebagai gantinya mungkin anda melakukan hal-hal yang menyenangkan menurut versi anda, seperti misalnya tidur seharian, nonton televisi berjam-jam, atau menikmati ‘doing nothing’ day dan kegiatan tidak bermanfaat lainnya.

Anda merasa senang? Boleh jadi. Tetapi apakah anda merasa bahagia? Belum tentu. Suara-suara itu, yang muncul jauh di lubuk hati terdalam, sejatinya adalah alarm bahwa anda sendiri tidak sepakat dengan keputusan yang akhirnya anda buat. Menunda sebuah kegiatan baik bahkan membatalkannya samasekali dengan alasan malas adalah sebuah tindakan yang bahkan diri anda sendiripun tak merestuinya. Ketika tindakan yang kita lakukan tidak selaras dengan suara yang muncul di dalam hati kita, maka sejak itulah ketidakbahagiaan muncul. Alih-alih mau bersenang-senang, hari itu anda justru gelisah. Merasa bersalah. Galau.

Oleh karena itu mari sedikit berupaya lebih untuk melawan rasa malas. Awalnya mungkin terasa berat. Harus membatalkan untuk melanjutkan tidur demi kelas yoga pasti terasa berat. Berusaha membuka al-quran dan membacanya padahal sedang cape pasti juga bukan hal yang ringan. Memaksakan diri untuk mandi, berdandan dan menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk sebuah training pengembangan diri juga butuh upaya yang sungguh-sungguh untuk melawan rasa malas.

Tetapi jika anda mampu melawan rasa malas dan hari itu satu atau dua kegiatan baik berhasil anda lakukan, maka perhatikanlah. Biasanya anda akan dapati kenyataan bahwa hari itu kelas yoga berlangsung sangat menyenangkan. Anda merasa sehat dan bugar, teman-teman di sana juga menyenangkan. Setelah membaca al-quran satu halaman atau berhasil menghafalkan 1 surat pendek, anda mungkin akan merasa seperti melakukan pencapaian baru. Training pengembangan diri yang hampir batal anda hadiri itu ternyata juga sangat menarik dan bermanfaat. Anda merasa mendapat spirit baru sepulang dari situ.

Pada suatu hari saya juga sedang bertarung dengan rasa malas. Seorang teman mengabarkan bahwa teman saya yang lainnya sedang dirawat di rumah sakit. Teman saya ini, sebut saja A, mengajak saya untuk menjenguk B, teman yang sedang sakit itu. Hari itu saya tidak menyambut ajakan A dengan antusias. Malas rasanya meluangkan waktu untuk menjenguk. Selain letak rumah sakitnya cukup jauh dari rumah saya, si B ini juga bukan teman dekat. Saya baru saja mengenalnya ketika kami mengikuti sebuah training yang sama.

Tetapi hari itu suara-suara di dalam hati terdalam berteriak begitu kencang. Sebagai muslim, bukankah menengok orang sakit itu berpahala?! Begitu antara lain yang terdengar. Pagi itu saya galau, antara berangkat atau tidak. Tetapi -setelah bergulat dengan rasa malas yang luar biasa- pada akhirnya saya putuskan untuk berangkat. Ironisnya, di tengah perjalanan si A menelepon saya dan minta maaf batal menjenguk B karena ada tamu penting mendadak datang ke rumahnya. Awalnya saya kecewa, tetapi karena sudah kepalang tanggung, saya lanjutkan perjalanan ke rumah sakit.

Singkat cerita, saya akhirnya bertemu si B yang sedang tergolek lemah diserang typhus. Dia gembira menyambut kedatangan saya. Bertiga dengan suaminya di situ, kami ngobrol macam-macam mulai penyakit yang dideritanya sampai soal pekerjaan, anak dan lain-lain.

Sesudahnya saya pamit pulang. Dan tahukah anda, sekeluarnya dari rumah sakit tiba-tiba hari itu saya merasa bahagia sekali. Padahal siang itu sangat terik dan saya harus berjalan kaki cukup jauh menuju mobil yang tidak kebagian tempat di area parkir rumah sakit yang sudah sangat penuh. Tanpa alasan yang jelas, siang itu dada saya membuncah oleh rasa bahagia yang tak terkira.

Saya berjalan dengan langkah ringan namun gagah menuju lokasi tempat mobil saya diparkir. Siang itu saya merasa seperti pahlawan yang dielu-elukan seluruh penduduk negeri karena baru saja pulang dari medan pertempuran membawa kemenangan mengalahkan musuh.

Anda tentu tahu siapa musuh yang saya maksud dan siapa pula penduduk negeri yang mengelu-elukan kemenangan saya.

Salam,

Zha

KUINGIN ANAK LELAKIKU MENIRUMU

dear Moms, suatu hari saya menemukan puisi lama Neno Warisman dari bukunya Ijinkan Aku Bertutur. Neno selalu pandai mengaduk-aduk perasaan. Tadi malam diam-diam saya membacakan puisi ini untuk diri saya sendiri. Mengobati rasa kangen pada masa-masa remaja saat atas ijin Allah SWT saya sempat beberapa kali mewakili sekolah mengikuti berbagai macam perlombaan baca puisi. Tapi […]

SURAT IMAJINER UNTUK PRESIDEN JOKOWI

Dear Mr President, Pertama saya sampaikan selamat atas terpilihnya bapak dan Pak JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang baru. Acara pelantikan dan syukuran rakyat kemarin sangat meriah ya pak. Saya tidak hadir langsung ke lokasi, hanya menyaksikan via televisi sepotong-sepotong karena sambil melakukan kesibukan sehari-hari. Pak Jokowi, setelah kemeriahan pesta sehari usai, […]

Anugerah Terindah adalah Hubungan Harmonis antara Ibu dan Anak Perempuan

Dear moms, Beruntunglah anda yang memiliki anak perempuan. Ketika mereka masih balita, anak perempuan adalah ‘sasaran empuk’ bagi kita para ibu yang suka mendandani anak. Pakaian dan asesoris anak perempuan jauh lebih kaya dan beragam dibandingkan anak laki-laki. Bentuknya lucu-lucu dan menggemaskan. Ketika kelak mereka remaja dan lalu menjadi dewasa, tentu lebih mengasyikkan berdiskusi segala […]

MAKEUP OR MAKE DOWN?

  Dear moms, Menurut anda mengapa kita para wanita menggunakan makeup? Supaya terlihat lebih cantik, saya tahu anda akan menjawab seperti ini. Oh really? Benarkah setiap wanita yang membubuhkan tata rias di wajahnya karena ingin terlihat cantik? Lalu kenapa sebagian wanita memiliki gaya ber-makeup yang bukan malah membuatnya cantik, tetapi justru membuatnya terlihat aneh bahkan […]

JELMAAN TOKOH ANTAGONIS SINETRON?

Dear moms, Waktu saya bongkar-bongkar file dan browsing sana sini, tak sengaja saya menemukan tulisan lama saya di blog pertama yang saya buat. OMG, rasanya seperti menemukan harta karun! Membuka kembali blog yang ibarat kata sudah banyak sarang laba-labanya karena tak pernah ditengok pemiliknya ini – bahkan saya sudah lupa passwordnya – rasanya tak terlukiskan. […]

MARI BERHENTI MENGELUH TENTANG BENTUK TUBUH DI DEPAN ANAK PEREMPUAN KITA

Dear moms, Tulisan di bawah ini sangat baik untuk menjewer kuping para ibu yang sering mengeluhkan bentuk tubuhnya di depan anak-anak, terutama anak perempuan. Honestly, kadang saya juga melakukan itu. Jika lalu anak perempuan kita mulai mengeluhkan susunan giginya yang tak rata, selalu meresahkan bekas jerawat yang tak kunjung hilang atau hal-hal lain yang melulu […]

“IBU AKU TIDAK MAU JADI PAHLAWAN, AKU MAU JADI ORANG YANG BERTEPUK TANGAN DI TEPI JALAN.”

Dear Moms, Cerita di bawah ini mungkin sudah pernah anda baca, I know. Tetapi sengaja saya memposting ulang cerita yang sangat menyentuh ini – yang entah siapa penulisnya – untuk mengingatkan diri kita betapa kadang kita bersikap tidak adil terhadap anak-anak kita. Sebagian besar dari kita para ibu (dan orangtua pada umumnya) lebih sibuk mendorong […]

About Inspiring Moms Training

Kutipan lama ini barangkali sudah sering kita dengar: ‘If mom is happy, everybody is happy.’ Tetapi kenyataannya banyak para ibu yang tidak happy dalam menjalankan proses pengasuhan. Mereka repot menghadapi keseharian anak-anaknya yang tidak mandiri, sehingga banyak di antara para ibu yang kehabisan waktu, tenaga dan pikiran. Selain tidak ada waktu untuk mengembangkan diri sendiri, […]